Jakarta ‘mungkin’ Tidak Bisa diselamatkan lagi dari Banjir ( Tulisan 9 Februari 2007)
| ilustri foto liputan6.com |
Banjir adalah air yang tergenang, baik di jalan atau rumah dan bangunan lainnya. Air sampai menjadi tergenang karena tidak seimbangnya antara air yang datang dengan air yang pergi. Air yang dating ke suatu tempat berasal dari hujan dan air yang mengalir dari daerah yang lebih tinggi, sedangkan air yang pergi dari suatu tempat adalah dengan meresap kedalam tanah. Jika kecepatan air meresap ini leih kecil dari air yang dating, maka air yang tidak meresap itu akan mengalir kedaerah yang lebih rendah lagi.
Daerah yang lebih rendah yang digenangi
oleh air biasanya kita sebut rawa-rawa, atau berupa situ bahkan Danau.
Dijakarta ada Danau Sunter misalnya, disamping situ dan waduk yang jumlahnya
cukup banyak. Hal ini dapat kita fahami dikarenakan 40% dari daratan
Air yang mengalir ke daerah yang lebih
rendah ini bertemu disungai atau kali, yang ujungnya bermuara dilaut. Kecuali
bagi daratan yang lebih rendah dari laut maka air akan tetap menggenang disitu
dalam bentuk rawa-rawa atau pun Danau. Sekarang kita lihat
Ketika banjir melanda Jakarta perhatian
kita terpusat pada Kali Ciliung dengan Pintu air Manggarainya, ketinggian air
di Depok dan Bendungan Katulampa di bogor, Jika ketinggian air Ciliung di
Katulampa itu 80 cm berarti baru siaga IV, yang cukup aman, walaupum beberapa
tempat sudah kembanjiran. Apakah Banjir di Jakarta hanya disebabkan oleh
kelebihan dari aliran kali Ciliung ini ? Tentu saja tidak. Sebenarnya Ada 2
sungai besar lainnya yang mengalir dari
Kali Ciliwung berada ditengah-tengah
1. Kali Ciliwung
Pertama kita lihat dulu Kali Ciliwung, kali
primadona yang terbesar dari kali-kali yang lain. Kali Ciliwung Mengalirkan Air
dari kawasan Puncak, di peta terlihat Ciliwung dimulai dari Cipayung, lalu ke Bogor,
Cibinong, Depok dan baru masuk Jakarta. Memasuki Jakarta sampai di Manggarai,
Ciliwung membagi dua
Kelurahan pertama yang di lalui Ciliwung adalah Srengseng Sawah dengan nomor kode pos 12640 di kiri dan Kalisari-13790 di sebelah kanan. Kemudian Ciliwung melalui Kel.Lenteng Agung-12610, Kel.Baru-13780, Kel.Cijantung-13770. Di Kelurahan Cijantung ini bermuara (baca bergabung) kali Cijantung. Kemudian Ciliwung melalui Kel.Gedong-13760, Kel.Pejanten Timur-12510, dan Kelurahan Rawajati 12750. Di Rawajati ini ada komplek DPR dan perumahan Kalibata Indah. Lalu Ciliwung melanjutkan ke Kel.Cawang-13630, kel.Pengadengan-12770, Kel.Cikokol, Kebon Baru-12830, Bukit Duri-12840, Kampung Melayu-13320 dan sampai di Pintu air Manggarai-12850.
Setelah Pintu air Manggarai ini Ciliwung bercabang dua, karena Belanda telah membuat saluran “sodetan” ke sebelah Barat yang kita kenal dengan Kanal Bajir Barat (KBB), sementara itu Ciliwung terus kearah kanan melalui Pegangsaan-10320, Cikini-10330, Senen-10330 dan pasar Baru-10710. Disini (depan mesjid Istiqlal) Ciliwung “disodet” lagi oleh Belanda kearah kanan melalui depan Pasar Baru, jl Gunung Sahari dan bermuara di Pantai Ancol.
Setelah melalui pintu air Depan Istiqlal Ciliwung melintasi Depan Istana Wapres, atau Belakang Istana Negara, lalu sejajar dengan jl Gajah Mada, Hayam Wuruk sampai di Mangga Besar-11180, kemudian ke Ancol-14430, Penjaringan-1440 dan akhirnya bermuara di Pelabuhan Sunda Kelapa. Dari perjalanan kali Ciliwung ini, kita mengetahui bahwa Ciliwung telah “disodet” dua kali sebelum sampai di depan Instana, dengan kata lain bahwa Komplek Istana Negara telah di lindungi dengan berelapis dua oleh Belanda.
Kanal Banjir Barat (KBB) yang berawal dari
pintu air Manggarai ini membelah
2. Kali Pesanggrahan
Disebelah kiri atau kearah Barat dari
Ciliwung mengalir Kali Pesanggrahan. Pesanggrahan mengalir dari
3. Kali Angke
Kali ketiga dari
4. Kali Grogol
Diantara Ciliwung dan Kali Pesanggrahan ada kali yang lebih kecil yaitu Kali Grogol. Dari Bogor, Sawangan masuk ke Cinere, yaitu Desa Limo-16515, Gandul-16512, Pangkalan Jati-16513, Pondok Labu-12450, dan Lebak Bulus yaitu Cilandak Barat-12430, Pondok Pinang 12310, dan ke Padang Golf Pondok Indah, lalu ke Gandaria-12140, Kebayoran Lama Utara-12260, Grogol Selatan-12260 atau Simprug, Gelora-10270, Tomang-11440 dan Grogol-11450, disini juga ada Waduk Grogol. Lalu ke Jelambar 11460, Setelah di Penjaringan-14450 kali Grogol bergabung ke Kali Muara dan bermuara di Pantai Muara, Pluit-14450.
5. Kali Sunter
Disebelah kanan kali Cliwung,atau arah ke timur terdapat kali yang lebih Kecil, yaitu kali Sunter. Kali Sunter ini di daerah paling Selatan yang terbaca di peta adalah di daerah Cimanggis yaitu di Jati Karya-17435, disini juga bergabung Kali Cimanggis, lalu ke Pondok Ranggon-13860, Cilangkap-13870, Jatimurni-17431 dan Setu-13880, disini bergabung juga kali Cilangkap, Lalu ke Jalim-13610, Jatiwaringin-17411, Cipinang Melayu-13620, Cipinang Muara-13420, Klender-13470 dan Cipinang-13240, disini bergabung Kali Cipinang, Kemudian ke Jatinegara Kaum-13250 yang terdapat situ Rawamangun Golf. Lalu ke Pulo Gadung-13260 dan ke Kelapa Gading Timur yang terdapat Waduk Pulo Mas, lalu ke Kelapa Gading Barat-14240 di Pinggir jalan Ahmad Yani/Bypass, disini bergabung Kali Sunter Kemayoran dan Kali Sunter Cempaka. Disini juga ada Waduk Cudong yang merupakan hulu dari Kali Cudong yg sejajar dengan Kali Sunter.Selanjutnya kali Sunter ke Sunter Agung-14350 yang terdapat Danau Sunter. Setelah itu Kali sunter melanjutkan ke Rawa Badak-14230 dan akhirnya bermuara di Pelabuhan Kali Baru.
6. Kali Cakung
Ditimur Kali Sunter ada kali kecil lagi yang cukup panjang yaitu Kali Cakung. Kali ini berhulu di Kelurahan Jatiluhur-17425 (Bekasi), kemudian ke Jatimekar-17422, Jati Bening-17412, Bintara-17134, Kota Baru-17133, Medan Satria-17132, Ujung Menteng-13960, Cakung Barat-13910. Di Cakung Barat ini Kali Cakung bergabung dengan Kali Buaran. Setelah melintasi Jl Bekasi Raya maka Kali Buaran+Cakung ini dibangun menjadi Cakung Drain, kemudian melewati Sukapura-14140, Semper Timur-14140 dan akhirnya bermuara di Cilincing-14120, sebelah Barat dari Pelabuhan Marunda yang merupakan daerah paling timur dari pantai Jakarta. Sementara di Pelabuhan Marunda sendiri bermuara kali kecil dan pendek yang bernama Sungai Tiram.
6.a. Kanal Banjir Timur
Kita sering mendengar akan dibangunya Kanal
Banjir Timur (KBT). KBT posisinya melintang seperti kali
Kesimpulan
Sistem manajemen air
Sumber: Peta Jakarta, Jabotabek oleh
Gunther W.Holtorf.
Edwar,
Jalan Irian, 9 Februari 2007
Komentar
Posting Komentar